Menu

Kecemasan Perkembangan ICT dan Pentingnya Literasi Media

Pada kesempatan ini kami akan jelaskan perihal Kecemasan Perkembangan ICT dan Pentingnya Literasi Media. Bagaimana perasaan Anda ketika lupa membawa gadget ke kampus / tempat kerja? Jawabannya beragam mulai dari panik, gelisah, bingung, tidak fokus, cemas, dan seperti orang yang merasa kehilangan “sesuatu”. Ada juga yang merasa lebih tenang ketinggalan dompet daripada gadget.

Kecemasan Perkembangan ICT dan Pentingnya Literasi Media

Kecemasan Perkembangan ICT

Apakah itu terjadi pada kita? Jawabannya iya dan itu terjadi juga pada mayoritas orang saat ini. Intinya, ada ketergantungan manusia pada teknologi gadget, sebagai hasil teknologi modern. Berapa banyak di antara anggota masyarakat berubah sikap dan perilaku saat menggunakan gadget dalam berkomunikasi? Ini pertanyaan yang tak perlu dijawab di sini.

Berdasar pengamatan secara subjektif, banyak orang yang rela menghabiskan waktu di depan gadget. Baik itu di rumah, di jalan, di kantor, di ruang kuliah dan dimanapun berada. Sekali-kali ajaklah orang yang sedang sibuk dengan gadgetnya, lalu lihat raut mukanya. Tak sedikit di antara mereka yang tidak fokus menatap lawan bicara langsung, tetapi lebih sibuk dengan gadgetnya?

Bahkan jika ia memandang lawan bicara, tatapan matanya kosong, sementara tanganya tetap memegang gadget dan sesekali jari-jarinya menekan tombol. Apakah Anda termasuk orang yang tergantung pada gadget? Coba hitung saja berapa kuantitas waktu Anda dalam memegang dan memanfaatkan telepon genggam (HP) setiap hari?

Apa yang terjadi pada diri individu yang hidupnya tergantung pada gadget sering disebut dengan nomophobia. Nomophobia berasal dari kata no mobile phone phobia, yakni individu yang menjadi takut jika jauh dari telepon genggamnya. Gejala nomophobia menjadi fenomena aktual dan masif setelah mobile phone memanfaatkan internet dengan media sosialnya.

Sebuah penelitian Secur Envoy di Inggris (2012) menyebutkan bahwa sekitar dua per tiga dari 1000 orang yang diteliti mengaku merasa takut jika kehilangan atau hidup tanpa telepon genggam. Penelitian itu juga menyebutkan, kisaran umur yang mengindap nomophobia sekitar 18 – 24 tahun (77%) kemudian disusul responden 25 – 35 tahun (68%).

Fenomena nomophobia menjadi salah satu dampak dari perkembangan teknologi komunikasi. Teknologi yang tidak mungkin ditolak perkembangannya. Manusia hanya mencoba menyiasati atas dampak buruk yang menyertai teknologi itu. Kalau tidak maka, manusia hanya akan diperbudak oleh teknologi.

Literasi Media itu Penting

Mengapa buku-buku teknologi informasi harus terbit? Pertama, teknologi komunikasi adalah keniscayaan sejarah. Ia tidak bisa ditolak sedemikian rupa. Yang bisa kita lakukan adalah bagaimana mengurangi dampak-dampak negatif yang muncul. Dengan buku-buku IT akan membuka wawasan bagaimana teknologi komunikasi dengan tanpa ampun masuk ke ruang-ruang kehidupan kita; mengusik, mengganggu, bahkan merusak.

Kedua, para penulis berasal dari kalangan akademisi. Untuk itu tulisan ini tentu bukan ibarat “mimpi di siang bolong”. Para penulis menampilkan data-data penelitian untuk mendeskripsikan bagaimana perkembangan teknologi komunikasi dan bagaimana pula mengatasinya. Tentu saja, dengan cara dan minat keilmuawan masing-masing.

Ketiga, buku-buku IT menyindir bahwa tidak banyak yang bisa kita perbuat kaitannya dengan dampak buruk teknologi. Satu hal penting yang layak dilakukan adalah terus menggerakkan literasi media (media literacy). Dengan literasi media ini, masyarakat disadarkan akan dampak produk teknologi modern seperti televisi dan internet. Bahkan sudah saatnya, literasi media masuk dalam kurikulum ilmu komunikasi. Sesuatu yang sulit tetapi menjadi keharusan. Kalau tidak para akademisi itu yang memelopori, lalu siapa lagi?

Walaupun buku-buku IT memang punya kelemahan karena sekadar kumpulan tulisan dari berbagai latar belakang, sudut pandang, kepentingan dan tujuan yang berbeda. Namun demikian semangatnya tetap satu yakni meneropong perkembangan teknologi komunikasi beserta dampak dan kecemasannya. Termasuk di sini solusi apa yang diusulkan dengan sajian data yang mencukupi. Dengan buku IT akan membuka cakrawala betapa perkembangan teknologi tidak bisa kita pandang dengan sebelah mata.

Sekian informasi seputar Kecemasan Perkembangan ICT dan Pentingnya Literasi Media, semoga postingan kali ini berguna buat teman-teman semua. Kami berharap postingan ini dibagikan agar semakin banyak yang memperoleh manfaat.

Referensi:

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *